Salah satu kisah paling menakjubkan dari hidup Carlo adalah bagaimana ia membawa seorang Brahmana Hindu kepada iman Katolik — bukan melalui debat teologis, melainkan melalui kasih dan teladan hidup yang tulus.
Rajesh Mohur: Seorang Brahmana dari Mauritius
Keluarga Acutis mempekerjakan Rajesh Mohur, seorang imigran Brahmana dari Mauritius, untuk bekerja di rumah tangga mereka. Di India dan Mauritius, Brahmana adalah kasta tertinggi dalam agama Hindu — mereka adalah pendeta dan cendekiawan yang dihormati.
Mohur dan Carlo menjadi teman dekat. Mereka sering berbicara tentang banyak hal, termasuk iman Kristiani dan Gereja Katolik. Carlo tidak pernah memaksa atau mengkritik agama Mohur. Ia hanya hidup dengan imannya secara nyata — berdoa setiap hari, menerima Ekaristi, dan menunjukkan kasih kepada semua orang.
Perlahan-lahan, Mohur mulai tertarik. Ia melihat sesuatu yang berbeda pada Carlo — sebuah kedamaian dan sukacita yang tidak ia temukan di tempat lain. Setelah berbicara panjang-lebar dengan Carlo tentang iman, Mohur meminta untuk dibaptis.
"Carlo tidak pernah memaksa saya. Ia hanya menunjukkan kasih Tuhan melalui hidupnya. Ketika saya melihat bagaimana ia berdoa, bagaimana ia mencintai Ekaristi, saya tahu saya ingin memiliki apa yang ia miliki."
— Rajesh Mohur
Pengaruh Carlo tidak berhenti di situ. Seeven Kistnen, seorang teman Mohur, juga bertobat dan dibaptis setelah bertemu dengan Carlo dan mendengarnya berbicara tentang iman. Bahkan ibu Mohur, yang sedang berkunjung dari Mauritius, menghadiri Misa bersama Mohur dan Carlo, kemudian berbicara panjang-lebar dengannya, dan akhirnya meminta untuk dibaptis juga.
Tiga orang — seorang Brahmana, temannya, dan ibunya — semua memasuki Gereja Katolik karena persahabatan dengan seorang anak laki-laki berusia belasan tahun. Carlo membuktikan bahwa teladan hidup lebih kuat dari seribu kata-kata.